No images
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday25
mod_vvisit_counterThis week168
mod_vvisit_counterLast week237
mod_vvisit_counterThis month925
mod_vvisit_counterLast month2170
mod_vvisit_counterAll days264487

We have: 5 guests online
Your IP: 54.160.187.160
 , 
Today: Sep 25, 2016
Home

Kegiatan Asosiasi Radar Indonesia

Elektronika Pertahanan, merupakan jenis teknologi yang memiliki peran penting dalam menjaga pertahanan dan keamanan suatu Negara, mulai dari pertempuran/perang, menjaga serta pengawasan. Radar merupakan salah satu sistem yang termasuk dalam teknologi pertahanan. Radar merupakan kepanjangan dari Radio detection and ranging (deteksi dan penjangkauan melalui gelombang radio). Radar mampu berperan sebagai ’mata’ yang dapat ’melihat’ obyek di kejauhan sampai radius ratusan Km diberbagai kondisi cuaca. Dalam metodenya, radar terbagi dalam dua kategori, radar aktif dan radar pasif. Radar aktif terbagi dalam beberapa jenis, Radar LPI (Low Probability of intercept), Radar Surveillance, Radar Navigasi, Radar Coastal, Radar Udara, Radar Cuaca. Salah satu jenis radar pasif adalah ESM (Electronic Support Measurement).

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan AsRI.

1. LPI (Low Probability of intercept)

2. Coastal

 

 

Menristek Ajak Swasta Kembangkan Radar

Berkaitan dengan kebutuhan teknologi pertahanan, radar adalah salah satu yang dibutuhkan. Saat ini, masih banyak wilayah Indonesia yang belum terjangkau oleh radar. Dengan demikian, permintaan radar kini masih tinggi.

Untuk mencukupi kebutuhan itu, Menristek Suharna Surapranata mengajak TNI, LIPI, Ristek, ITB dan UI untuk membangun sinergi. Diharapkan, industri seperti PT LEN Industri dan PT INTI juga ikut berperan.

Sinergi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas nasional di bidang penelitian dan pengembangan iptek radar sebagai sebuah model strategi nasional berbasiskan konsorsium riset. Suharna juga mengajak pihak swasta untuk ikut berperan.

"Kita harus paham bahwa urusan pertahanan ini bukan cuma domain pemerintah. Di negara maju, lebih dari 80 persen kebutuhan dipenuhi oleh swasta," katanya. "Swasta yang tadinya hanya trader, kita harapkan juga ikut meneliti," lanjut Suharna usai Seminar Radar Nasional V di Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Menurut Suharna, Indonesia saat ini masih ada pada paradigma dimana segala hal disuplai pemerintah. Suharna mengatakan bahwa pemerintah secara serius mendukung pengembangan industri pertahanan seperti radar. Anggaran sebesar Rp 10 triliun disediakan dan didistribusikan ke berbagai lembaga.

"Sekarang tinggal sinerginya. Dana Rp 10 triliun itu sudah cukup besar. Misalnya nanti Ristek punya berapa, lalu LIPI punya berapa, tinggal bekerjasama. Ristek sendiri menyediakan 8-20 milyar tahun ini untuk mendukungnya," kata Suharna.

Sumber : Kompas

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4